Jakarta, Ada orang yang gampang sekali tertular flu
dan pilek saat musim sedang tidak bersahabat. Tapi ada juga orang lain
yang tetap fit meskipun berada disekitar orang-orang yang sedang flu,
pilek ataupun batuk. Bisa jadi ini rahasianya.
Ketika musim
sedang buruk penularan flu akan semakin mudah terjadi. Para peneliti
telah melakukan studi yang dapat mengungkapkan rahasia tetap fit
meskipun sedang dikelilingi berbagai kuman, termasuk virus flu.
Rahasia agar tetap fit ketika sedang berlangsung musim flu seperti dikutip dari CNNHealth, Kamis (3/11/2011) antara lain:
1. Banyak menghirup udara segar
Mungkin tinggal di dalam rumah terdengar akan lebih menjaga kita dari tertularnya berbagai macam penyakit. Apalagi ketika cuaca diluar sedang sangat dingin, tampaknya akan lebih baik tetap berada di dalam rumah supaya tidak sakit.
Namun,
kadang berada di dalam rumah justru menempatkan seseorang dalam kontak
langsung yang konstan dengan orang lain, tentunya beserta virus dan
bakteri yang mereka bawa. Menghirup udara segar juga dapat menyehatkan
sistem pernapasan. Selain itu, oleh karena efek relaksasinya juga dapat
membuat pikiran lebih segar.
Menghirup udara segar tidah hanya
mengistirahatkan seseorang dari berkontak dengan semua virus dan
bakteri yang beredar di dalam ruangan. Tetapi jalan-jalan di tempat
dengan udara segar benar-benar dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
Sebuah
studi pada tahun 2010 oleh Appalachian State University menunjukkan
bahwa, orang yang berjalan cepat selama 30-45 menit 5 hari hari dalam
seminggu selama musim dingin akan lebih sedikit menderita penyakit daripada orang-orang yang tidak melakukan aktivitas tersebut.
"Latihan
atau aktivitas fisik menyebabkan peningkatan sel-sel pembunuh alami,
neutrofil, dan monosit, yang pada akhirnya dapat meningkatkan fungsi
kekebalan tubuh," kata Ather Ali, ND, MPH, asisten direktur
Complementary/Alternative Medicine Research di Yale Griffin Prevention
Research Center.
2. Relaksasi dapat melawan pilek
Begitu
banyaknya kegiatan sehari-hari membuat banyak orang tidak memiliki
waktu untuk bersantai atau relaksasi. Relaksasi atau hanya bersantai
sejenak dapat mengurangi stres yang sedang kita alami.
Namun
bersantai atau relaksasi seringkali berada pada urutan terakhir dari
daftar kegiatan sehari-hari. Padahal relaksasi seharusnya menjadi
prioritas. "Karena stres akan meningkatkan kerentanan seseorang untuk
terkena flu," ujar Ali.
Dalam proses jangka panjang, hal
tersebut mengarah pada pengeluaran hormon stres yang sedang
berlangsung, seperti glukokortikoid. Hormon tersebut akan menghambat
kemampuan tubuh untuk memproduksi sel yang merupakan sinyal molekul
yang disebut sitokin. Sitokin dapat memicu respons melawan penyakit dari sistem kekebalan tubuh.
"Ketika
sedang stres seseorang juga cenderung lebih tidak mengurus dan merawat
diri sendiri. Sehingga seringkali tidak memperhatikan pola makan,
kurang tidur, dan kurang olahraga," kata Ali.
3. Mencuci tangan secara rutin
Pilek
dan flu dapat menyebar terlalu mudah melalui sentuhan. Terutama setelah
seseorang menyentuh permukaan keras seperti meja dan pegangan pintu, di
mana virus dapat bertahan selama 2-8 jam. Jauhkan jari dan tangan dari
mata, hidung, dan mulut sebisa mungkin, dan pastikan untuk mencuci
tangan secara rutin.
Menurut Centers for Disease Control and
Prevention, sabun dan air tetap alat yang paling efektif untuk mencuci
tangan. Kuman dapat tumbuh pada sabun batangan, jadi sebaiknya gunakan
jenis sabun cair. Menggosok dengan sabun selama 20 detik sebelum
dibilas, dan pastikan setelah itu tangan benar-benar kering. Tetapi
jangan mengeringkan tangan yang telah dicuci menggunakan pakaian yang
kita kenakan.
"Tangan basah jauh lebih mungkin untuk
menyebarkan bakteri daripada tangan yang kering," kata Dana Simpler,
MD, seorang dokter di Mercy Medical Center, Baltimore.
Menggunakan
hand sanitizer juga dianjurkan. Karena setidaknya dapat mengurangi
penyebaran kuman. Sebuah survei pada tahun 2010 oleh American Cleaning
Institute menemukan bahwa, kurang dari 40 persen orang yang mencuci
tangan setelah batuk atau bersin.
Hal tersebut berarti akan
menempatkan virus kembali ke luar dan menyebarkannya pada orang lain.
Sehingga dengan menggunakan hand sanitizer setidaknya dapat mengurangi
penyebaran kuman meskipun tidak mencuci tangan.
4. Tidur yang cukup
Melalui
malam dengan gelisah sesekali tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi jika
kurang tidur secara terus-menerus dapat menghambat kemampuan sistem
kekebalan tubuh untuk berfungsi, juga meningkatkan risiko dari segala
macam masalah kesehatan, termasuk diabetes, penyakit jantung, obesitas dan depresi.
Meskipun
para ahli sering mengatakan bahwa, kebutuhan tidur setiap orang
berbeda. Namun sebuah studi yang dilakukan oleh Carnegie Mellon pada
tahun 2009 menemukan bahwa, tidur kurang dari 7 jam sehari meningkatkan
risiko terkena flu sebanyak 3 kali lipat. Tidur selama 7 jam tersebut,
bukan merupakan tidur yang terputus-putus tetapi tidur nyenyak selama 7
jam.
"Kadangkala memikirkan pemecahan masalah yang sedang kita
alami sebelum tidur, dapat mengganggu tidur," Kata Leslie Swanson,
Ph.D., seorang sleep specialist dari department of psychiatry di
University of Michigan, Ann Arbor.
Untuk mengatasi hal tersebut
dapat mencoba teknik relaksasi. Teknik tersebut dimulai dari jari kaki.
Kontraksikan semua otot, tahan selama beberapa detik, dan kemudian
kendurkan. Dengan melakukan hal tersebut sebelum tidur dapat membuat
tidur menjadi lebih nyenyak.
Source : detikhealth

Tidak ada komentar:
Posting Komentar